Rindu 16 Agustus

•April 25, 2008 • Leave a Comment

Tepi Niel 240408….

apakah arti kata cinta untukmu?
apakah hanya sebuah kata-kata untuk mengungkapkan perasaan kecilmu pada seorang lelaki?
dan apakah arti kata rindu yang kau katakan padaku?
apakah hanya sebuah guratan lidah untuk membuat perasaanku senang?
cinta, rindu adalah sebuah kata-kata yang takkan pernah berarti bagiku, jikala kata kata itu hanya engkau katakan berulang kali, dan tak pernah berbuat apapun untuk membuktikan hal itu

adakah kekuatan yang lebih menakutkan dirimu selain cinta?
apakah ada orang yang mampu mengatur jiwa dan ragamu selain cinta?
sepasang kaki dan tanganmu tak terbelenggu apapun untuk mendatangi diriku yang kau cintai
dan mengapakah engkau takut kepada mereka ?
apakah cintamu hanya berakhir pada sebuah ketakutan kepada seseorang?

jika aku mengetahui keberadaanmu sekarang, aku akan menyusulmu saat ini, dimanapun itu
perasaan ku telah membuat jiwaku gila karenamu
sebuah ungkapan perasaan yang tak bisa diartikan siapapun termasuk diriku

aku teramat merinduimu
aku rindu..

Kasih Sayang, Cinta dan Ketulusan

•April 23, 2008 • Leave a Comment

Puji syukur kehadirat Ilahi Robby yang telah melembutkan hatinya, menganugerahkannya sebuah pemahaman akan arti sebuah kasih sayang, cinta dan ketulusan. sungguh aku tak dapat berkata apa-apa lagi atas nikmat yang besar ini, sungguh aku tak dapat berkata apa-apa lagi atas anugerah yang agung ini kecuali bersyukur, bersyukur dan bersyukur.

Maha Sempurna-Mu ya Robb yang telah menciptakannya sebagai makhluq-Mu yang begitu indah, sejuk dipandang mata, enak didengar, sifat sabar, easy going, baik, periang, Qillatul ghadab dan rendah hati sering membuatku terdiam tanpa kata tanpa terasa air mata meleleh membasahi pipi, muncul rasa bangga karena telah mencintai dan dicintainya, memilikinya dan membahagiakannya.

Pernah suatu malam yang gelap gulita, dia hadir dalam mimpiku, menatapku dengan penuh pesona khas huurun ‘iin firdausiyyah, mengembangkan kedua bibir merahnya dan melemparkan sebuah senyuman manisnya, aku pun membalasnya dengan sebuah senyuman tapi blesss… dia menghilang, pergi tanpa permisi mendengar lantunan merdu para muadzdzin negeri seribu menara yg terdengar begitu sayu..

Aku terbangun dari tidurku, aku harus memenuhi panggilan Cinta-Nya, dalam salah satu sujudku aku berdoa, dengan penuh harap akan terkabulkannya sebuah doa “ya Robb jangan pisahkan kami setelah kau pertemukan kami lagi, ya robb satukan hati kami ya Robbbb…., aku inginkan dia jika memang dia baik untuk duniaku dan akhiratku, ya Robb kau tahu apa yang ada di hatiku, kuserahkan semua urusanku pada-Mu, amien”

Selesai Sholat, aku mutuskan pergi ke warnet terdekat, mengharap bisa menjumpainya di dunia maya, tapi sayang dia sedang gak ol ato mungkin dia meng-invisible-kan id nya, aku teringat sebuah foto yg ia kirim via gmail, ku buka salah sato fotonya yang indah, kutatap dengan penuh perasaan, tanpa tersadar aku teriak “Allahu Akbar”!!!!, orang yang ada di kanan kiriku kaget mandengar teriakan ku, kemudian salah satu teman yang sedang Chatting di sebelah kiriku menegorku, “fi ieh ya ‘amm??”  dengan tersenyum aku menjawab “mafisy hagah ya afandim, ma’lehsy“  sambil menahan malu aku berpaling dari tatapan wajahnya, perkiraanku dia berasal dari Negara Bangladesy, dengan jenggot khas mereka.

(bersambung..)

Aku Kalah

•April 23, 2008 • Leave a Comment

(kamar asatidz lantai bawah utara, January27, 2006)
 
Aku Kalah…
 
engkau wanita pujaanku…

saat ku memandangmu,
jantungku berdetak keras…

saat ku mengingatmu,
hati sangat senang

namun, hanya sedih yang kurasakan
saat ku melihat engkau bermesraan dengannya
aku tak bisa melarangmu
aku bukan “apa-apa” mu
 
andai engkau tau
aku sangat menyayangimu…

andai engkau tau
aku sangat mencintaimu…

namun,   semua itu sudah telat

aku dan kamu…
gak akan pernah bisa bersatu…
 
Aku undur diri dari kehidupanmu
Aku kalah….
AKU KALAH!!!!!!!!!!
 
“wahai diriku”
ada apa denganmu?
mengapa kau tak da nyali
BEGO LOE!!!!
 
Nikmatilah penyesalanmu
ya… Nikmatilah kekalahanmu.
 
“wahai kawanku”
selamat ya..
Kau sungguh beruntung mendapatkannya
Jagalah dia, Cintailah dia, Sayangilah dia
 
“wahai kawanku”
bolehah aku pinjam jasadmu sbntar
aku ingin menatap wajahnya dari dekat
tuk terakhir kalinya…
sebelum ku habisi dia
dengan pisau ini..

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.