Puji syukur kehadirat Ilahi Robby yang telah melembutkan hatinya, menganugerahkannya sebuah pemahaman akan arti sebuah kasih sayang, cinta dan ketulusan. sungguh aku tak dapat berkata apa-apa lagi atas nikmat yang besar ini, sungguh aku tak dapat berkata apa-apa lagi atas anugerah yang agung ini kecuali bersyukur, bersyukur dan bersyukur.
Maha Sempurna-Mu ya Robb yang telah menciptakannya sebagai makhluq-Mu yang begitu indah, sejuk dipandang mata, enak didengar, sifat sabar, easy going, baik, periang, Qillatul ghadab dan rendah hati sering membuatku terdiam tanpa kata tanpa terasa air mata meleleh membasahi pipi, muncul rasa bangga karena telah mencintai dan dicintainya, memilikinya dan membahagiakannya.
Pernah suatu malam yang gelap gulita, dia hadir dalam mimpiku, menatapku dengan penuh pesona khas huurun ‘iin firdausiyyah, mengembangkan kedua bibir merahnya dan melemparkan sebuah senyuman manisnya, aku pun membalasnya dengan sebuah senyuman tapi blesss… dia menghilang, pergi tanpa permisi mendengar lantunan merdu para muadzdzin negeri seribu menara yg terdengar begitu sayu..
Aku terbangun dari tidurku, aku harus memenuhi panggilan Cinta-Nya, dalam salah satu sujudku aku berdoa, dengan penuh harap akan terkabulkannya sebuah doa “ya Robb jangan pisahkan kami setelah kau pertemukan kami lagi, ya robb satukan hati kami ya Robbbb…., aku inginkan dia jika memang dia baik untuk duniaku dan akhiratku, ya Robb kau tahu apa yang ada di hatiku, kuserahkan semua urusanku pada-Mu, amien”
Selesai Sholat, aku mutuskan pergi ke warnet terdekat, mengharap bisa menjumpainya di dunia maya, tapi sayang dia sedang gak ol ato mungkin dia meng-invisible-kan id nya, aku teringat sebuah foto yg ia kirim via gmail, ku buka salah sato fotonya yang indah, kutatap dengan penuh perasaan, tanpa tersadar aku teriak “Allahu Akbar”!!!!, orang yang ada di kanan kiriku kaget mandengar teriakan ku, kemudian salah satu teman yang sedang Chatting di sebelah kiriku menegorku, “fi ieh ya ‘amm??” dengan tersenyum aku menjawab “mafisy hagah ya afandim, ma’lehsy“ sambil menahan malu aku berpaling dari tatapan wajahnya, perkiraanku dia berasal dari Negara Bangladesy, dengan jenggot khas mereka.
(bersambung..)
Recent Comments